Jumat, 06 Juli 2012

Buku Motivasi

Hari ini harusnya gue jalan-jalan ke Jakarta sama Bokap gue tapi ditunda karena gue bangun kesiangan lagi wkwk. Gue yang harusnya sekarang Jum'atan di Istiqlal ditunda karena kebiasaan buruk gue waktu liburan ini. Pada akhirnya gue ke MM aja sama Bokap habis shalat Jum'at. Gue ke MM sih niatnya beli charge portable buat hape gue karena battery hape gue itu boros banget kalo udah dipake buat internetan. Gue muter-muter nyari gituan di MM dan nemu jug ayang jualan tapi gak gue beli. Harganya mahal banget sampe 350k! Buset deh charge battery hape doang sampe segitu mahalnya ckck. Gue kira harganya dari 60k-100k, eh ternyata harganya berlipat-lipat ganda kayak gitu -_-. Yaudah gue gak jadi beli deh akhirnya dan di MM gue cuma makan sama baca-baca di Gramedia. Di gramed, gue baca buku-buku motivasi dan buku deskripsi tentang otak kanan dan otak kiri. Gue sempet baca tuh dan sekarang gue paham perbedaannya sama cara ningkatin ketajamannya. Gue juga nyari-nyari komik Naruto terbaru tapi kayaknya belom keluar deh. Di gramed ada cewek ketangkep penglihatan gue lagi buntutin, entah siapa tuh cewek tapi gue cuek sama dia. Bodo amat. Mungkin aja dia terhipnotis sama ketampanan gue wkwk. Dia ngikutin gue mulu di gramed dan terpaksa gue cabut dari gramed keluar dan pergi shalat. Di MM parkir motor doang ribet amat dah segala naik-naik lantai, rame banget lagi ckck. Di MM si Naufira sempet chat facebook ke gue. Dia pamer dia lagi makan kepiting sama kemaren buka puasa pake kepiting. Ya ampun deh kirain gue ada hal penting gitu atau butuh gombalan gue wkwk. Dasar cewek kepiting ntar lama-lama tuh usus jadi keritring deh wkwk. Gue di MM cuma beli buku motivasi judulnya The Magic Of Dream Book nya Rangga Umara. Gue gak sabar baca bukunya. Sampe dirumah gue langsung baca buku gituan. Mantap deh kata-kata motivasinya haha. Waktu gue lagi baca buku gituan, si Naufira sms ke gue. Tumben nih cewek komunikasi ke gue lewat sms, kan udah jarang gue smsan sama dia. Katanya dia juga ke MM  tapi ngapain?! Dia mau nguntit gue? Gue ke Giant, dia juga ke Giant. Gue ke MM, dia juga ke MM. Lah bisa gini yah? Ada apaan nih? hahaha. Gue sih sebenernya juga mikirin dia soalnya dia itu sekarang kayaknya agak cuek deh sama gue. Sms udah jarang, chat facebook balesnya cuma 2-4 kata tapi gapapa deh emang udah kebawa sifat mungkin jadi gitu reaksinya. Apakah dia bosan sama gue? Ngambek lagi sama gue? Kesel? Semua pertanyaan itu terngiang di kepala gue. Wah kayaknya gue emang harus mengintrospeksi diri deh nih kesalahan apa yang udah gue lakuin ke dia. Hmmm let me think about it. Gue baca bukunya Rangga Umara lumayan lama lah sekitar 3 jam sambil smsan sama Naufira haha. Di sms gue kayaknya sempet buat dia bete sama balesan sms-sms gue deh wkwkwk. Seru banget baca bukunya Rangga Umara. Dia cerita kisah perjalanannya dari dia masih dalam keadaan susah hingga sukses kayak sekarang ini tapi gue belom selese bacanya bro. Udah itu aja dah buat hari ini, pegel ngetik kelamaan tau. Paypay muah
Fin~

Kamis, 05 Juli 2012

UNGKAPAN HATI SEORANG IBU

Anakku...

Bagaimana kabarmu, apakah kamu baik-baik saja? Di rumah, ibumu juga sehat. Sekarang ini aku sedang memandangi cermin dan fotomu. Tiba-tiba aku menjadi sadar bahwa aku sudah mulai tua. Kerut merut di wajahku sudah semakin banyak dan aku tidak cekatan lagi seperti dulu. Aku sering iri padamu yang selalu ceria, riang, aktif dan penuh dinamika. Akupun pernah mengalami seperti itu dulu.

Anakku...

Ketika menikah dengan ayahmu, aku tidak pernah membayangkan akan mempunyai anak seperti kamu. Sungguh, aku bangga padamu. Setelah engkau besar kini, aku baru sadar betapa kecilnya aku ini, betapa tidak berartinya aku. Engkau lahir dan tumbuh semata-mata karena mukjizat dan rahmat Tuhan belaka.

Tak kuingkari memang akulah yang mengandungmu selama sembilan bulan. Saat itu aku selalu gelisah menanti kelahiranmu. Aku selalu menjaga diriku agar bayi di perutku, yaitu kamu, sehat. Dengan susah payah dan sakit kulahirkan engkau. Aku termasuk beruntung karena tidak harus meninggal untuk melahirkanmu. Aku sampai menitikkan air mata bahagia saat mendengar tangis pertamamu yang lucu.

Engkau ini darah dan dagingku sendiri; engkau tumbuh dari bagian tubuhku namun engkau lahir keluar sebagai manusia yang baru sama sekali. Dalam beberapa hal kamu memang mirip aku tetapi selebihnya engkau sungguh baru.

Sejak kecil kurawat engkau dengan sangat hati-hati dan penuh kasih; engkau lebih kuperhatikan dari pada apapun yang pernah kumiliki. Kusuapi dan kususui engkau dengan air yang mengalir dari dadaku sendiri. Bila engkau menangis kugendong dan kuhibur. Kuberi engkau pakaian dan sepatu dan topi yang cocok untukmu. Tak lupa kubelikan juga mainan yang kau gemari; mobil-mobilan atau boneka-boneka yang lucu. Engkau masih ingat masa kecilmu, kan?

Setiap pagi dan sore kumandikan engkau. Bila kau ngompol atau e’ek di celana atau di popok, dengan sabar kubersihkan dan kuganti dengan yang baru.

Paling sedihlah aku, bila kamu sakit. Memang engkau waktu itu hanya makhluk kecil yang tidak berdaya, yang bisa saja kubuang ke kotak sampah atau ke selokan kalau aku mau. Tapi aku cinta padamu, engkau bagian dari hidupku sendiri. Maka kurawat engkau sungguh-sungguh, kubawa engkau ke dokter, kuusahakan agar kau mendapat vaksinasi dan makanan bergizi.

Anakku...

Pada waktu masih kecil dulu, kamu sering rewel, ngambeg bila tidak diberi uang jajan, atau sulit bila disuruh mandi. Kau ingat betapa manjanya kamu. Setiap kali kau lari ke pangkuanku bila engkau bertengkar dengan kakakmu, bila dimarahi ayah, atau bila dinakali teman-temanmu. Aku menjadi saksi untuk masa kecilmu yang manja, sehingga aku tak sempat lagi mengurus diri atau pergi sesuka hati.

Kini engkau sudah dewasa...

Aku bangga padamu, engkau harapanku. Namun aku sering sedih melihat kelakuanmu; kala engkau bermalas-malasan untuk bangun, kala bermain seharian tak tahu waktu. Hampir-hampir aku menangis bila kuingat betapa sulitnya menyuruhmu belajar, mengerjakan PR, atau mengingatkanmu untuk tidak membolos. Sepertinya kau tidak tahu bahwa ini semua demi kamu sendiri. Sungguh aku tidak bermaksud mau menyengsarakanmu dengan aturan-aturanku. Aku ingin engkau bahagia, bisa hidup pantas di tengah-tengah dunia yang penuh dengan persaingan ini. Kamu harus pandai supaya tidak mati tertelan jamanmu nanti.

Anakku...

Betapa sedihnya aku, ketika aku kau tuduh orang tua kolot, orang tua yang tidak mengikuti jaman, atau orang tua kampungan. Aku ingin dipahami bahwa kalau kusuruh kau bergaul tidak sembarangan, berpakaian yang pantas dan mau menghargai orang lain, adalah sungguh-sungguh supaya kamu menjadi manusia yang bermoral, bukan begajulan yang menghancurkan hidupnya dengan mau hidup sebebas-bebasnya.

Kau lihat betapa banyak teman sebayamu yang sudah harus berhenti sekolah untuk mengasuh anak, betapa banyak teman seusiamu jatuh pada obat bius dan pornografi. Anakku, aku tahu engkaupun tidak ingin menjadi seperti itu.

Sungguh kalau aku keras dalam hal ini karena aku tahu betapa halusnya bujukan setan dan betapa beratnya hidup yang tidak tegas terhadap yang jahat. Aku ingin kau pun memahami itu. Hatiku akan hancur bila sikapmu selalu melawan aku, bila kau selalu menganggap dirimu benar sendiri.

Setiap malam aku berdoa untukmu, tak sekejap pun engkau hilang dari hidupku. Bila aku sedang memasak di dapur, yang kubayangkan adalah kepuasan makanmu dan juga kesehatan tubuhmu. Bila aku ikut membantu bekerja, yang kuinginkan engkau tidak terhambat karena biaya. Bila kubenahi kamarmu yang selalu berantakan yang kuinginkan agar kau krasan di rumah. Bila kubelikan kau baju-baju yang modis, aku ingin kau tidak malu pada teman-temanmu. Dan bila aku merawat kesehatan tubuhku sendiri, aku hanya ingin agar aku dapat lebih lama lagi mendampingi dan menyerahkan hidup kepadamu.

Sekarang ini kamu sudah dewasa, banyak hal sudah dapat kau lakukan sendiri. Lambat laun akan terasa bahwa hidupmu memang menjadi tanggung jawabmu sendiri; tidak ada seorangpun yang dapat menggantikannya termasuk ibumu ini. Mohon jangan kecewakan aku dengan sikap keras kepalamu yang kekanak-kanakkan itu. Aku tidak cemburu kalau kamu sekarang sudah melebihi aku dalam segalanya. Aku malah bangga karena Tuhan sudah berkenan membiarkan aku ikut menyaksikan pembentukkan hidupmu. Seperti sebatang lilin, hidupku sudah meleleh habis… dan sebentar lagi pasti akan padam… untuk menerangi hidupmu, anakku. Kini engkau sendiri sudah mulai menyala, lebih terang dari yang kupunya.

Anakku...

Kalau engkau memang sulit menerima aku yang sering rewel, kolot atau lamban ini, aku mohon paling tidak kamu mau menghormati ayahmu. Sepanjang hari setiap hari selama bertahun-tahun dia bekerja keras untukmu, hingga tubuhnya lemah, hingga kulitnya kerut merut tertimpa banyak penderitaan. Cintanya padamu membuatnya tidak malu untuk bekerja di tempat-tempat yang kotor, membuatnya tahan duduk berjam-jam menangani tugas-tugas yang membosankan, dan membuatnya setia menjagai kita semua.Dia juga hanya ingin agar kita ini berbahagia.

Anakku...

Jangan sia-siakan cintanya. Jarang sekali dia mengeluh kala menghadapi beratnya beban kehidupan, tugas-tugas berat dan tuntutan anak-anaknya. Di hadapan kita, dia selalu tersenyum dan tertawa gembira. Kadang-kadang aku merasa kasihan kepadanya kalau dia tidak bisa pulang seharian, kalau tubuhnya yang sudah kecapaian itu harus dipaksa untuk bekerja lagi. Saya sendiri sering merasa bersalah karena rasanya hanya memperlakukan ayah seperti kuda beban atau sapi perahan. Kita bisa beli ini itu, bisa pergi ke sana kemari atau bermain-main dengan santai di rumah, sementara itu dia hanya puas dengan secangkir kopi dan baju yang itu itu saja, dia juga tidak mempunyai banyak waktu untuk bersantai-santai seperti kita. Sungguh anakku, aku mohon hormatilah ayahmu.

Akhirnya...

Sebagai orang tuamu aku minta maaf kalau selama ini aku kadang-kadang egois, menuntut terlalu berlebihan, kolot dan keras terhadapmu. Maafkan aku bila aku kurang mengerti kebutuhan-kebutuhan dan dunia mudamu. Kadang aku masih menganggapmu seperti anak-anak yang harus kuatur segalanya agar tidak keliru. Maafkan aku anakku, yang membuat banyak kesalahan atau malah menyengsarakanmu, yang tidak dapat mencintai dengan cara yang cocok dengan keinginanmu. Kata maaf darimu adalah hadiah yang paling kutunggu.

Anakku...

Aku sudah kangen kamu. Ingin rasanya kubisikkan aku sayang kamu. Hanya peluk ciumku untukmu.

IBU-MU

Senin, 02 Juli 2012

8.2

Hari ini gue puasa jadi gue memutuskan buat ngelakuin sesuatu yang gak melelahkan buat hari ini. Gue hari ini dirumah aja tapi sempet ke sekolah sebentar buat bayaran program online sekolah. Di sekolah banyak banget siswa make seragam putih biru, yap seragam SMP bro. Seharian kalo gue pikir-pikir kayaknya clebih didominasi buat chattingan sama si Nofira deh wkwk. Kita berdua (ciyee berdua wkwk) ngomongin banyak banget mulai dari puasa sampe apa tau deh pokoknya banyak banget wkwk. Dia ternyata kelas 8nya 8.2 sama kayak gue, ciye ciyee wkwk. Hmm 8.2 yak? Lumayan bersejarah juga sih buat gue sampe gue pernah mikir kalo gue maunya belajar sama anak-anak 8.2 aja. Gimana engga? Gue dihormatin di kelas 8 dulu. Gue punya banyak alasan kalo gue betah di kelas 8.2. Pertama yang masih gue ingat adalah gue dapet peringkat 2 semester 1 dan 2, guru matematikanya Ibu gue wkwk, Gue jadi rajin banget belajar malah ketagihan sampe pernah gue belajar dari maghrib sampe shubuh dan sukses tidur cuma sejam wkwk, gue dapet temen-temen yang peduli dan sayang sama gue dan di kelas 8.2 inilah gue mulai kenal sama anak-anak Justice, gue dapet tempat duduk di paling depan, dan satu lagi yang mungkin berkesan buat gue di kelas 8.2 ini yaitu gue sekelas sama mantan gue. Yap mantan sekaligus fosil kata anak-anak jaman sekarang. Karena yang suka gue, jadinya gossip tentang yang satu ini langsung nyebar cepat dikelas. Ceweknya sih diem-diem kalem aja sambil senyum gitu. Hahah udah udah itu masa lalu. Gue punya temen-temen yang peduli sama gue. Gue sama temen-temen gue di kelas biasa main angkat jempol. Masih ingat banget gue kenangan main jempol sama temen-temen gue itu, asik banget dan yang ikut rame lagi dan semuanya ketawa kalo udah main angkat jempol. Gue sama pelajarannya sih asik-asik aja apalagi matematika yang ngajar Ibu gue wkwk. Gue sih kalo pelajaran matematika kelas 8 dulu udah diluar kepala semua jadi kalo lagi ulangan, gue sering ngumpulin pertama dan dapet nilai bagus-bagus dan pernah sesekali dapt cepek wkwk. Gue gak bakal pernah ngeluapin sejarah di kelas 8.2 yang menurut gue itu adalah momen-momen paling menyenangkan selama gue sekolah ini. Gue berharap anak-anak 8.2 ada yang ngerencanain buat reunian buat ngumpul-ngumpul dan main angkat jempol lagi sama anak-anak 8.2. Kalo gak salah anak-anak manggil angkat jempol itu dengan sebuatn jempol gila deh, soalnya sekali main bisa ketagihan sampe lupa ada guru udah masuk kelas dan bisa ngebuat anak-anaknya ngakak semua wkwkwk. 8.2 oh 8.2. I miss you so much~. Di chatting, gue sama Nofira berbagi canda tawa jadinya gak kerasa deh kalo lagi puasa hehe. Oh iya kata dia, ada orang yang ngechat sama dia. Hmmm kira-kira siapa yah? Gue penasaran sih iya tapi dianya gak mau ngasih tau deh kayaknya, yaudah deh gapapa gak terlalu penting. Gue make emotokon unyu-unyu gitu dan dia suka hahaha. Hari ini sih gue niatnya pengen latihan Karate lagi. Udah lama banget udah 3 bulan kali gue gak latihan karate dan kalo gue berhenti gitu aja sayang perjuangan gue selama ini. Udah sabuk coklat dan dikit lagi hitam tapi hari ini gue puasa dan pastinya gue kenyang kalo habis buka puasa dan gak mungkin gue lari-lari keliling komplek sambil dalam keadaan perut kenyang gitu jadi niatan gue buat latihan Karate gue tunda aja deh mungkin nanti hari Jum'at gue latihan. Gue dibilangin tetangga sebelah rumah gue sekaligus murid Karate gue wkwk. Dia bilang kalo gue disuruh latihan lagi sama Sensei dan Senpai. Gue bilang ke dia kalo gue lagi males latihan, lagi gak mood.  Pengalaman gue di Karate sih udah banyak sampe pernah perut gue ditendang, dipukul dan kepala gue juga senasib.
Segitu aja deh buat hari ini, good bye my blog~

Minggu, 01 Juli 2012

Flat Day

Hari ini adalah hari yang sangat membosankan buat liburan kali ini. Gimana engga coba, kejaan gue cuma mantengin monitor notebook sama komputer gue doang. Kalo gak main dota yah OL deh sambil dengerin lagu-lagu. Gue gak mandi tadi pagi wkwk. Gue mandinya jam 2 siang habis itu gue ke sekolah buat bayar program online dan gue lupa ternyata sekarang hari minggu dan di sekolah gak ada guru sama sekali. Karena bosan total (bete), gue nekat pengen ke MM sendirian tapi niat itu gue tunda karena capek berangkat kesananya dan apalagi sekarang hari minggu pasti lalu lintasnya macet total deh ckck. Alasan lainnya yang buat gue bosan adalah si Nofira gak ada kabar nih. Kalo gue tebak sih dia sakit karena habis pergi. Sms gue aja gak dibales, tapi kalo sms gak dibales itu udah biasa buat gue karena mungkin aja dia lagi gak ada pulsa sama gratisan atau jangan-jangan gue ngelakuin kesalahan jadinya dia ngambek sama gue dan gak mau ngasih kabar ke gue lagi?! Oh no jangan itu kek alasannya ckck. Kalo gue message facebook sih dibales tapi datar banget -_-. Apa salahku? kau tarik ulur hatiku wkwkwk. Tapi katanya sih gue gak punya salah ke dia kok. Berarti gue bisa ngelusin dada gue dan menghirup udara segar kembali #lebay. Malem kemaren gue berpikiran untuk gak mau ganggu dia karena dia lagi sakit. Dia pasti juga butuh waktu tanpa gue. Apakah dia sakit karena gue lagi? ckck. Gue gak mau sms ke dia deh, tapi kalo misalnya dia butuh gue, gue siap kok kapan aja :). Nofira kamu sebenarnya kenapa?! Sumpah deh hari ini flat banget. Gue ngajakin temen gue ke MM tapi dia lagi bokek banget ckck. yaudah deh hari ini gue dirumah aja ppffftt. Gue nonton Surat Kecil Untuk Tuhan, ceritanya sedih banget :'(. Di akhir cerita si anak akhirnya meninggal dunia. Gue gak terlalu mahamin ceritanya sih tapi itu udah bisa membuat gue sedih dengan alur ceritanya :'(. Ntar malam pertandingan final Euro antara Spanyol versus Italia. Gue gak boleh gak nonton nih! Momen-momen penting dan langka ini gak boleh gue sia-siakan! Gue kayaknya bakal nonton sama bokap nih, lumayan ada temen daripada yang gak punya temen dirumah hahaha #pis \V/
The End~

Kamis, 28 Juni 2012

Cha One dan Zigas

Hari ini gue nginep dirumah temen gue karena gue mau nonton bola bareng sama temen gue antara Spanyol lawan Portugal. Gue sih nonton sambil merem melek 5 watt gitu tapi itu lebih baik daripada temen gue. Dia yang ngajakin nobar malah dianya yang ketiduran-_-. Alhasil gue sendiri yang nonton tapi gue nonton bolanya gak sampe full habis gue gak tidur siang sih wkwk. Gue bangun jam setengah 6 buat shalat shubuh terus tidur lagi deh #kebobanget. Gue bangun lagi jam  9an wkwk. Gue bangun langsung cabut dari rumah temen ke rumah gue sendiri. Rumah gue sama temen gue gak terlalu jauh buat jalan kaki. Nyampe dirumah gue langsung OL di notebook kesayangan gue #muuaahhh. Jadwal gue hari ini adalah nonton pensi di Cha-One sekolah gue SMP dulu dan guest starnya adalah Zigas. Habis maen notebook sekitar sejaman, gue langsung siap-siap buat ke Cha-One. Temen gue nelpon-nelpon gue mulu soalnya dia udah di sekolahan lagian siapa suruh duluan ninggalin gue hahaha. Habis siap-siap gue langsung cabut ke sekolahan. Di sekolah rame banget isinya ada siswa-siswinya, alumni, guru, banyak banget deh pokoknya. Gue masuk ke sekolahan gratis tiss tisss wkwk. Karena gue masuknya bareng Ibu gue sih jadi anak-anak osisnya gak ada yang berani nagihin gue, sementara temen gue masuknya bayar 30k wkwkwk. Gue masuk disekolahan langsung dibeliin sama Ibu papa rons sama kebab, behh lumayan buat ngisi perut keroncong polos ini hahaha. Habis makan itu semua, gue keliling sekolahan dan mengingat sejarah gue selama di sekolah itu. Misalnya di masjid, gue pernah ngumpetin tas temen gue sampe dia nangis, Gue pernah internetan sampe sore di lab komputer, makan mie bakso telor segitiga yang biasanya gue pesen di mba'e (setiap gue ke kantin pasti gue beli gituan mulu sampe perut gue keriting dan mules di kelas tapi anehnya gue gak kapok-kapok makan gituan wkwk), di lorong kelas belakang gue pernah nemuin bayangan gelap habis pulang sekolah dan langsung ngibrit kocar-kacir sama temen gue, kelas gue dulu 7.3 8.2 9.3 yang sejarah sama anak-anak gokilnya gak bakal pernah gue lupain dalam ingetan gue, kisah-kasih waktu di SMP dulu, gue naksir sama temen sekelas terus temen sekelas lemes ke Ibu gue dan gue sukses dibuat malu temen sekelas di depan Ibu gue sendiri, Gue yang setiap ada pertanyaan selalu maju ke depan kelas dan selalu diperhatiin guru karena keberanian gue maju ke depan kelas, dan yang gak bakal gue lupain pastinya momen-momen ngumpul bareng sama anak-anak Justice waktu istirahat kalo gak pulang sekolah. Banyak sekali saat-saat senang dan sedih yang pernah gue lalui dan gak bakal gue lupain deh. Akhirnya gue ketemu sama temen gue di sekolahan. Gue sama temen gue itu keliling sekolahan sambil ngomongin tentang kenangan waktu di SMP dulu. Beberapa saat waktu gue sama temen gue nemuin Ibu gue, murid Ibu gue yang udah lulus SMP saliman sama Ibu gue dan temen gue ngeliatin dan bilang ke gue ada yang cakep dari murid Ibu gue yang baru aja salimin sama Ibu gue. habis bilang begitu, temen gue nanya ke Ibu gue siapa murid ibu gue yang baru aja salim sama Ibu gue tadi. Ibu gue ngejawab namanya Farah. Gue sama temen gue langsung nyari murid Ibu gue yang namanya Farah itu. Kata Ibu gue, rombongannya Farah itu semuanya cantik. Waktu ketemu yang namanya Farah itu, temen gue sempet malu-malu deketin waktu gue duah dibelakanya si Farah itu, Dengan segenap kemampuan terbatas yang gue miliki, gue ceramahin dan ngeluarin kata-kata bijak ke temen gue biar dia mau nyamperin yang namanya Farah itu. Akhirnya di amu juga. Mula-mula dia duduk diem aja tapi gue liatin lama-kelamaan dia akhirnya ngobrok juga sama cewek itu. Waktu udah selesai, gue nanya ke temen gue gimana pendekatannya? Dan dia ngejawab namanya Farah, dia sekolah di SMA 8 dan tinggal di Jatimulya. Gue tanya dapet gak dia nomernya? Temen gue gak dapet, entah kenapa alesannya apa karena dia malu atau gimana. Kata temen gue, si Farah itu banyak yang ngincer dan temen gue langsung kayak putus asa gitu tapi kalo gue jadi dia sih, gue bakal maju terus gak ada kata menyerah wkwk. Gue bingung sama temen gue yang satu ini, dia itu banyak banget mantannya tapi entah kenapa yang satu ini sulit banget buat dia, mungin aja temen gue udah lupa cara deketin cewek kayak dulu. Waktu Zigas udah nyape di sekolah, gue diajak sama Ibu gue buat foto-foto bareng bandnya. Yap banyak banget guru-guru yang ngajakin foto bareng sama Zigas , yang penting gue kedapetan. Habis foto-foto, Zigas langsung manggung bawain sekitar 5 lagu ngehitsnya. Gue fotoin aja waktu bandnya lagi manggung. Gue dapet fotonya sekitar 50an, banyak banget wkwk. Waktu Zigas lagi manggung, sempet mati lampu sebentar dan konser pun juga sempat dihentikan untuk sementara waktu para pemirsa sekalin.. Waktu Zigas bawain lagu sahabat jadi cinta, Zigas bawa-bawa es pisang ijo yang jualan di area sekolah. Mungkin biar rame-ramein aja maksudnya kali. Gue lonca-loncat gak jelas waktu Zigas bawain lagu gituan soalnya lagunya ngehits banget sih wkwk. Habis nonton konser di Cha-One, Gue langsung cabut ke rumah dan ngupload foto-foto yang gue potret waktu di sekolahan tadi. Oh iya tadi gue juga sempet komen-komenan facebook sama girlfriend gue #ciyeegirlfriend. gue komen-komenin make bahasa unyu-unyu gitu sama dia, terus kayaknya reaksinya agak sewot gitu dan gak percaya kalo itu yang ngomenin gue soalnya ketikannya beda sama ketikan gue. Lagian dia bilang dia itu kayak  anak kecil, yaudah deh gue gue ngetiknya make bahasa anak kecil aja wkwkwkwk tapi gue cuma bercanda sih. Daripada bosen nunggu temen gue lagi pendekatan sama cewek gak jelas, mending komen-komenan sama sang yoejachingu deh hehehe :).

Selasa, 26 Juni 2012

Trip To Jakarta With My Old Friend

Kemaren gue jalan-jalan ke Jakarta sama temen gue dari kecil yaitu si Indra. Yap gue berangkat ke Jakarta panas-panasan sekitar jam setengah 3an. Paginya gue bangun jam 10an wkwkwk. Gimana gak coba? Gue aja tidurnya jam 4 subuh hahah. Bangun tidur gue langsung keatas buat maen komputer. Udah lama gue gak maen dota deh, kangen rasanya. Katanya si Indra berangkatnya habis dhuhur tapi kenyataannya berbeda, dia nganterin nyokapnya sampe jam setengah 3 dan ngaret sekitar 2 setengah jam -_-. Awalnya sih gue sama Indra rencananya mau ke MM aja atau gak ke pusatnya Gramedia di Matraman naik bus kota, tapi akhirnya kita berdua memutuskan ke Jakarta naik motor karena bensinnya udah diisi full sama si Indra wkwk. Gue ke Jakarta lewat kalimalang mentok terus pergi ke mall yang namanya Arion di Rawamangun. Yap gue nyampe ke Rawamangun naik motor! wkwkwkwk seperti mimpi aja nih ngendarain motor sendiri ke Jakarta hahaha. Gue awalnya sih pengen beli sepatu, kemeja, komik tapi kenyataannya gue gak beli apa-apa karena Arion kecil banget mallnya. Gue di sana cuma makan mie ayam bakso doang sama si Indra ckck. Akirnya kita berdua memutuskan pergi ke Giant Bekasi Barat aja. Disana lengkap. Awalnya sih si Indra ngajakinnya ke MM tapi tempat parkirannya yang susah harus nyebrang dulu. Ini dia yang buat berkesan buat gue. Gue pulangnya lewat kawasan industri Pulogadung yang hawanya panas banget karena di kiri kanan depan belakang jalan itu isinya cuma pabrik doang. Sumpah dah penat banget apalagi gue make helm, neraka kecil buat gue dan ditambah lagi macet yang sangat parah karena di jalannya ada banyak banget truk gede-gede yang kata gue sih cuma makan jalan aja -_- ppffftt. Akhirnya gue merasa tenang waktu udah nyampe Bekasi karena udah jarang macet dan gue bisa ngebut-ngebutan wkwk. Gue nyampe di Ginat sekitar jam setengah 7 maghrib. Nyampe disana gue langsung shalat maghrib sama si Indra. Si Indra gue tinggalin di Gramedianya karena gue punya urusan lain di Giant. Di Giant banyak banget yang jualan sepatu sampe pusing sendiri gue mau beli yang mana. Sekitar sejaman bingung buat milih sepatu, akhirnya gue dapet juga yang bagus. Gue beli sepatu di Sport Station. Gue bingung milih sepatu karena tipe sepatu yang gue suka itu sepatu kulit yang bahannya tebel bukan sepatu kayak anak alay gitu, males banget wkwk. Setelah selesai milih sepatu, gue sama Indra shalat Isya terus cabut pulang kerumah. Sebenernya ya gue tuh udah lemes gak punya kekuatan lagi buat ngendarain motor karena kekuatan gue udah habis buat di Jakarta tadi -_-. Apa boleh buat untungnya gue udah di Bekasi, coba masih di Jakarta, gempor gue sakaratul di tengah jalan terus jasad gue diinjek-injek kontener ckck. Habis nganterin si Indra kerumahnya, gue gak mau pulang dulu. Gue laper banget dan berinisiatif nyari mie ayam bakso dan akhirnya gue makan di ruko MGT. Habis makan gue langsung cabut kerumah. Nyampe dirumah, gue langsung bersih-bersih badan dan nonton video lagu-lagu koleksi gue sama nonton anime yang belum gue tonton. Waktu lagi nonton, gue ketiduran dan ngebiarin notebook gue nyala sampe jam 2 pagi dan sukses diomel-omelin sama Ibu gue wkwkwk.
FIN~

Minggu, 24 Juni 2012

Aku dan Justice (JTC)

Ini tentang kemarin hari. Kemaren gue hampir lupa karena ada janji ngumpul sama anak-anak Justice. Gimana engga coba? Gue aja bangunnya jam 10an sementara Janjiannya jam 10an haha. Gapapa deh ngaret toh juga yang lainnya pasti pada ngaret. Gue sampe di tempat tujuan sekitar jam 11an. Yap gue ngaret sejam wkwk. Justice atau biasa dikenal anak-anak Cha-One dengan nama JTC adalah geng gue waktu SMP dulu. Yap gue bisa menyebut masa-masa SMP adalah masa-masa menyenangkan dalam hidup gue karena gue tergabung sama anak-anak Justice dan alasan lainnya adalah gue termasuk kedalam siswa cerdas di SMP waktu itu karena gue selalu masuk 10 besar di kelas dan juga dikenal sama semua guru karena gue itu anak guru dan ibu gue termasuk guru paling terkenal di Cha-One yang dihormati sama setiap guru dan siswa-siswi beliau karena ketegasan, sikapnya, dan keasikannya. Gue sih bisa dibilang beruntung masuk kedalam geng anak-anak Justice karena anak-anak Justice semuanya adalah anak kelas 9.2 sementara gue kelas 9.3. Karena gue sering bergaul sama anak-anak Justice dan kelas 9.2 dulu itu wali kelasnya Ibu gue, gue ditawarin sama anak-anak Justice buat masuk kedalam geng mereka walaupun beda kelas sendiri, toh juga kelasnya hanya bersebelahan. Gue masih inget sejarah gue masuk ke geng Justice. Setiap anak-anak Justice ngadain event, gue selalu datang walaupun waktu itu belum terbilang termasuk kedalam geng mereka. Biasanya sih kalo gue ngumpul bareng sama anak-anak Justice, gue sama mereka main dota di warnet sampe berjam-jam wkwk. Di sekolah geng Justice dikenal sebagai anak-anak yang rata-rata jago maen dota. Selain maen dota, gue sama mereka juga keluyuran keliling Bekasi, entah itu tempat yang belum pernah dikunjungi atau udah. Intinya dari kami itu adalah kebersamaannya dan mempererat tali silaturahmi. Gue masih inget hari dimana gue diklaim buat masuk ke geng Justice. Suatu hari anak-anak Justice ngadain event berenang di BSC. Ya semua anak-anak Justice ngumpul walaupun rumah mereka jauh dari BSC. Sepulang dari renang, anak-anak maunya pada jalan-jalan. Kata mereka kemana aja yang penting mereka ngikut aja. Dimas, ya biasa disebut sebagai pengatur acara, memimpin perjalanan anak-anak. Mereka pengennya sih ke tempat yang sunyi biar asik ngobrol-ngobrol. Gue punya saran bagus dan saran gue adalah pergi ke Dukuh Bima. Yap disana tempatnya sepi banget dan cocok buat tempat ngobrol-ngobrol karena di pinggir jalannya ada tempat buat berteduh dan pastinya bisa buat kebut-kebutan wkwk. Semua anak menyetujuinya dan langsung cabut ke Dukuh Bima. Saat sampai di Dukuh Bima, Gue sama anak-anak nyari tempat yang pewe buat ngobrol-ngobrol dan menemukannya. Kalo gak salah tempatnya itu di jalan yang melingkar deket gedung kayak ruko sepi gitu. Anak-anak langsung ngaso nyari tempat yang teduh buat ngobrol-ngobrol. Kalo gak salah disitu juga ada taman bermain deh. Yap kita ngobrolin banyak banget disitu. Di sela-sela obrolan itu, si Eri, yang misalnya dia setuju sama event anak-anak dan yang lainnya h=juga setuju, bilang ke gue gimana kalo gue itu gabung aja sama geng mereka. Gue sih mau-mau aja tapi gimana yang lainnya? Kalo yang lainnya gak setuju sih ya percuma. Si Eri nanyain ke semua anak-anaknya. Semua anak-anaknya setuju banget kalo gue masuk ke geng ,mereka dan sebenernya sih mereka udah nganggep gue udah masuk ke dalam geng Justice. Gue langsung jawab iya mau dan tersenyum senang haha :). Sejak saat itulah gue resmi gabung ke geng Justice. Setelah itu gue sama anak-anak langsung cabut dari Dukuh Bima. Tapi sebelum cabut dari situ, gue sama anak-anak nyoba ngebut-ngebutan disana dan setelah itu langsung cabut ke rumah masing-masing. Semenjak saat itu, gue rajin ngompul bareng sama anak-anak Justice misalnya waktu pulang sekolah dan langsung cabut ke warnet dan main dota, atau engga ke kantin ngobrol-ngobrol sampe sore dan waktu gue nyape rumah gue sukses diomelin nyokap pulang sampe sore gitu. Gue sih jujur aja ke nyokap dan bilang begini "kalo habis pulang sekolah itu Mas selalu ngumpul sama anak Justcie, Bu. Nyokap gue tau tentang anak-anak Justice, gimana gak tau coba, beliau itu wali kelasnya dan anak-anak Justice itu suka nyari perhatian sama nyokap gue dengan kejailannya mereka hahaha. Tapi Ibu gue sih malah senang digituin karena Ibu gue tau kalo anak-anak Justice itu temen-temen deket gue semua dan nyokap gak pernah marah sama mereka semua. Dan nyokap memaafkan gue kalo gue oulang sore karena ngumpul sama anak-anak Justice tapi nyokap saranin jangan terlalu sering pulang sore karena gue juga harus inget sama pelajaran dan istirahat yang cukup. Nyokapj gue itu orang terdidik dan sangat tegas kalo udah menyangkut tentang pendidikan anaknya tapi ngebantah sekali-kali gak apa-apa lah wkwk. Semenjak saat itu Dukuh Bima menjadi tempat paling bersejarah buat gue kalo gue mengenang masuknya gue kedalam geng Justice. Anak-anak Justice gak mandang waktu karena gue sama anak-anak pernah main warnet berjam-jam padahal besoknya itu Ujian Nasional wkwkwk. Gue sih jujur aja ke nyokap buat ijin main sama anak-anak Justice dan nyokap mengijinkan karena sebelum UN itu, gue setiap siang dan malemnya belajar melulu dirumah. Gue diceritain sama anak-anak Justcie kalo besoknya waktu UN mereka kebingungan ngisi jawabannya karena kemarennya maen warnet berjam-jam sih wkwk. Gue sih asik aja sama UN gue sendiri apalagi pelajaran MTK yang setiap hari nyokap ngajarin gue tentang MTK. Yap Ibu gue guru matematika. Semua soal MTK udah diluar kepala gue dan gue gak terlalu sulit waktu ngerjainnya, lain ceritanya sama anak-anak Justcie lainnya wkwkwk. Ada anak Justice yang bilang kalo waktu tinggal 5 menit lagi dan dia baru ngerjain 5 nomor dari 30 soal dan terpaksa dia nembak dan ajaibnya dia lulus UN hahahaha LOL. Walau udah pada lulus SMP dan udah pada beda sekolah, gue sama anak-anak tetep rajin ngumpul seperti dulu. Ini dia yang gue suka dari mereka, kebersamaannya. Ibu gue pernah ngomong begini "Mas, mudah-mudahan Justice itu gak akan pernah bubaran ya sampai kalian udah pada gede dan udah pada berkeluarga nanti." Gue pun menjawab "Iya Bu, Mas juga pengennya seperti itu, gak bisa kebayang bagaimana bahagianya persahabatan yang udah dibuat sejak masa SMP bisa bertahan sampai semua anggotanya berkeluarga dan gak bisa membayangkan juga gimana kalo semua anggotanya ngumpul bawa keluarga barunya, pasti bahagia banget, Bu. Dan tentu saja mengulang kembali kebiasaan konyol waktu SMP disaat udah berkeluarga kayak maen warnet bareng gitu Bu hahaha." Ini menjadi target gue di masa depan gue. Gue pengen banget punya ikatan persahabatan yang dibangun sejak kecil dan bisa bertahan sampai tua nanti. Pastinya keluarga baru gue kelak juga akan merasakan bahagianya soalnya bisa berkenalan sama keluarga anak-ank Justcie yang lainnya dan membuat ikatan persaudaraan sendiri hahaha. Dan gue juga berharap anak gue nanti juga bisa membuat ikatan persahabatan sama anak anggota Justice yang lainnya hahaha. Mudah-mudahan ini semua terwujud di masa depan gue. Ikatan Persahabatan tanpa ada ujung tanduknya dan selalu bertahan hingga generasi penerus. Temen gue si Indra yang termasuk anggota Justcie pernah mimpi begini, dia itu bermimpi berada si sebuah gedung acara bersama keluarganya yang baru. Disana tiba-tiba ada anak-anak Justice yang lainnya berkumpul, semua anggotanya lengkap dan mereka membawa keluarga barunya. Kita semua berbicara mengenai masa-masa SMP dulu yang konyol dan jail hahaha. Wah ini bisa menjadi kenyataan nih, pikir gue. Mudah-mudahan semua itu terwujud. Amin! Dukuh Bima menjadi tempat bersejarah buat gue bukan hanya tempat gue menjadi salah satu bagian dari anak-anak Justcie, tetapi gue punya alasan sejarah gue lainnya yang gak bakal gue lupakan di hidup gue yang berharga ini. :)